Selasa, Februari 14, 2012

Kisah Penciptaan Langit Dan Bumi

Selama ini kita memahami Kejadian 1:1-31 sebagai kisah penciptaan dunia, bahkan banyak yang hanya memahaminya sebagai kisah penciptaan bumi dan isinya. Bumi adalah tempat manusia tinggal. Dunia adalah alam semesta. Langit adalah kubah yang kelihatan ketika manusia menatap angkasa. Mari kita mempelajarinya sekali lagi dengan membuang semua prasangka dan melihat apa yang kita pahami darinya kali ini.

Kisah Penciptaan Sorga dan Dunia
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Kejadian 1:1
Ini adalah kisah penciptaan sorga dan dunia. Bukan hanya penciptaan bumi, bukan hanya penciptaan dunia namun kisah penciptaan sorga dan dunia.
Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Kejadian 1:2
Belum berbentuk bisa berarti belum ada namun bisa juga berarti belum berbentuk seperti sekarang. Kosong bisa berarti tidak ada namun bisa juga berarti belum diisi. Dunia belum berbentuk dan kosong artinya pekerjaan penciptaan dunia belum dimulai. Walaupun pekerjaan penciptaan belum di mulai, namun saat itu sudah ada tiga kdberadaan yaitu: Gelap, Samudera dan Roh Allah. Ketiga-Nya bukan ciptaan karena sudah ada sebelum penciptaan dimulai.
Hari Pertama – Jadilah Terang
Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Kejadian 1:3
Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Kejadian 1:4
Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. Kejadian 1:5
Allah menciptakan Terang hanya dengan berfirman, menyatakan kehendak-Nya. Dia lalu memisahkan Terang dari Gelap. Gelap bukan ciptaan karena sudah ada sebelum pekerjaan penciptaan dimulai. Allah lalu menamai Terang itu Siang dan Gelap itu Malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
Terang = Siang
Gelap = Malam
Hari Kedua – Batas Air Adalah Sorga
Berfirmanlah Allah: “Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.” Kejadian 1:6
Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. Kejadian 1:7
Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua. Kejadian 1:8
Cakrawala (ra•ki•a’) tidak tercipta hanya dengan berfirman namun dijadikan. Setelah menyatakan yang dikehendaki-Nya, Allah lalu menjadikan apa yang dikehendaki-Nya itu. Allah tidak menciptakan Air sebab Air sudah ada sebelum pekerjaan penciptaan dimulai. Allah menamai cakrawala itu Sorga (sha•ma•yim). Sorga memisahkan Air dari Air sehingga ada Air di atas Sorga dan ada Air di bawah Sorga. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.
Hari Ketiga – Air dan Bumi Adalah Allah
Berfirmanlah Allah: “Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat,  sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian. Kejadian 1:9
Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kejadian 1:10
Berfirmanlah Allah: “Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi.” Dan jadilah demikian. Kejadian 1:11
Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kejadian 1:12
Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga. Kejadian 1:13
Ketika memisahkan air dari bagian yang kering, Allah hanya perlu menyatakan kehendak-Nya dengan berfirman, Dia tidak perlu melakukan pekerjaan yang dikehendaki-Nya tersebut. Air itu merespon kehendak Allah. Tidak semua Air dipisahkan dari bagian yang kering, hanya Air yang ada di bawah Sorga. Allah menamai yang kering itu Darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya Laut. Sekarang kita tahu bahwa Allah tidak menciptakan daratan karena pada mulanya daratan itu ada bersama-sama Air dan Air sudah ada sebelu pekerjaan penciptaan dimulai.
Sama seperti Air, Tanah juga langsung merespon kehendak Allah dengan menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji, begitu Allah menyatakan kehendak-Nya. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.
Hari Keempat – Allah dan Firman
Berfirmanlah Allah: “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala sorga untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, Kejadian 1:14
dan sebagai penerang pada cakrawala sorga biarlah benda-benda itu menerangi bumi.” Dan jadilah  demikian. Kejadian 1:15
Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. Kejadian 1:16
Allah menaruh semuanya itu di cakrawala sorga untuk menerangi bumi, Kejadian 1:17
dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kejadian Kejadian 1:18
Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat. Kejadian 1:19
Kata “benda-benda” dan “benda” di dalam Kejadian 1:14-15,17 sama sekali tidak ada di dalam bahasa aslinya. Kata “cakrawala” di dalam di dalam ayat-ayat tersebut diterjemahkan dari dua kata yaitu: Raqiya yang artinya cakrawala dan Shamayim yang artinya sorga. Dengan demikian, maka terjemahan yang tepat dari frasa: bir•ki•a’ ha•sha•ma•yim adalah cakrawala di Sorga. Kata memisahkan di dalam ayat-ayat tersebut di atas diterjemahkan dari kata Ibrani badal (baw-dal’), kata kerja artinya memisahkan; memecah; membedakan. Setelah membenahi terjemahan ayat-ayat tersebut di atas maka kita akan memahaminya dengan makna yang berbeda dari yang selama ini kita pahami. Setelah membenahi terjemahan ayat-ayat tersebut di atas maka kita akan memahaminya dengan makna yang berbeda dari yang selama ini kita pahami.
Siang adalah nama untuk Terang yang diciptakan oleh Allah pada hari pertama. Malam adalah nama yang diberikan kepada Gelap yang sudah ada sebelum penciptaan. Pada Kejadian 1:4 Terang itu sudah dipisahkan dari Gelap. Apabila kita menerjemahkan kata badal (baw-dal’) di dalam Kejadian 1:4 sebagai memisahkan, maka kata tersebut di dalam Kejadian 1:14,18 harus diterjemahkan sebagai membedakan sebab yang sudah dipisahkan mustahil dipisahkan lagi. Apabila di Kejadian 1:4 diterjemahkan membedakan, maka di Kejadian 1:14,18 harus dipahami sebagai memisahkan. Menurut saya, kata badal (baw-dal’) di dalam Kejadian 1:4 lebih tetpat dipahami sebagai membedakan sementara di dalam Kejadian 1:14,18 harus dipahami sebagai memisahkan.
Penerang Besar berkuasa atas Terang alias Siang. Penerang Kecil berkuasa atas Gelap alias Malam. Selain menciptakan kedua Penerang itu Allah juga menciptakan bintang-bintang. Kedua Penerang itu tidak tercipta hanya dengan berfirman namun dijadikan oleh Allah setelah Dia menyatakan kehendak-Nya. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.
Siang = Terang
Malam = Gelap
Hari Kelima – Burung-Burung Di Sorga
Berfirmanlah Allah: “Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi dan di atas cakrawala sorga.” Kejadian 1:20
Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kejadian 1:21
Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: “Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak.” Kejadian 1:22
Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima. Kejadian 1:23
Kata “melintasi” di dalam Kejadian 1:20 diterjemahkan dari kata Ibrani “al” yang artinya: di atas. Kata cakrawala diterjemahkan dari frasa Ibrani re•ki•a’ ha•sha•ma•yim yang artinya cakrawala sorga. Setelah membenahi terjemahannya, maka kita dapat memahami ayat-ayat tersebut di atas sebagai berikut:
Ada tiga jenis binatang yang diciptakan oleh Allah pada hari ini yaitu:
1.    binatang-binatang laut yang besar
2.    Segala makluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air
3.    Segala burung bersayap
Setelah memberkati semuanya Allah memberi mandat agar semua ciptaan-Nya yang di bumi berkembang biak, itu berarti burung-burung bersayap di cakrawala sorga tidak berkembang biak. Semuanya itu tidak tercipta hanya dengan berfirman namun diciptakan oleh Allah setelah Dia menyatakan kehendak-Nya. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima.
Hari Keenam – Gambar & Rupa KITA bukan GAMBAR-Nya
Berfirmanlah Allah: “Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar.” Dan jadilah demikian. Kejadian 1:24
Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kejadian 1:25
Berbeda dengan ketika menciptakan berbagai macam tanaman, kali ini bumi sama sekali tidak merespon ketika Allah menyatakan kehendak-Nya. Maka Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi.
Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Kejadian 1:26
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah  diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Kejadian 1:27
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Kejadian 1:28
Allah yang menciptakan Sorga dan Dunia serta segala isinya tidak sendirian. Kita mengetahui hal itu ketika salah satu Allah mengajak Allah yang lain untuk menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Mereka. Allah lalu menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, pertama-tama diciptakannya dia lalu diciptakannya mereka laki-laki dan perempuan.
Yang dikehendaki oleh Allah adalah menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Mereka sementara yang diciptakan oleh Allah adalah manusia menurut gambar-Nya. Itu berarti ketika diciptakan manusia belum sempurna karena baru menurut gambar-Nya belum menurut gambar dan rupa Mereka.
Setelah diciptakan Allah lalu memberi mandat kepada mereka, bukan dia. Kepada mereka artinya kepada semua manusia. Mandat itu adalah:
1.    Beranakcucu
2.    Memenuhi dunia
3.    Menaklukkan dunia
4.    Berkuasa atas semua binatang di dunia
Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Kejadian 1:29
Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian. Kejadian 1:30
Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam. Kejadian 1:31
Allah lalu menetapkan apa yang boleh di makan oleh manusia dan binatang-bintang di dunia. Yang boleh di makan manusia hanya tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan. Yang boleh dimakan binatang hanya tumbuh-tumbuhan hijau.
Hari Ketujuh – Berhenti Dari Segala Pekerjaan Penciptaan
Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Kejadian 2:1
Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Kejadian 2:2
Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. Kejadian 2:3
Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Kejadian 2:4a
Pada hari ketujuh Allah berhenti dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya. Dia lalu memberkati hati ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. Demikianlah diselesaikan sorga dan dunia dan segala isinya.
Pertanyaan dan Jawaban
1.    Gelap dan Samudera serta Roh Allah sudah ada sebelum pekerjaan penciptaan di mulai. Apakah ketiga-Nya adalah Sang Pencipta?
Benar! Gelap dan Samudera alias Air serta Roh Allah adalah Sang Pencipta.
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah  dan Firman itu adalah Allah. Yohanes 1:1
Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Yohanes 1:2
Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Yohanes 1:3
Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Yohanes 1:4
Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. Yohanes 1:5
Alkitab mengajarkan bahwa yang ada sebelum penciptaan adalah Sang Pencipta. Dengan membandingkan Kejadian 1:3-5 dengan Yohanes 1:1-5 kita dapat menarik kesimpulan bahwa Gelap dan Terang di dalam Kejadian 1:3-5 adalah Gelap di dalam Yohanes 1:4-5. Dengan membandingkan Kejadian 1:14-18 dan Yohanes 1:1-5 maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa Terang Besar adalah Allah (Theos) sementara Terang Kecil adalah Firman (Logos).
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yohanes 1:14
Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya. Yohanes 1:18
Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air,  telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Yohanes 1:33
Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.” Yohanes 1:34
Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Kejadian 1:2
Kata “menutupi” dan kata “di atas” dalam Kejadian 1:2 diterjemahkan dari kata Ibrani yang sama yaitu “Al” yang artinya “di atas”. Karena Gelap dan Roh Allah sama-sama ada di atas Samudera alias Air, bukankah itu berarti Kedua-Nya ada di pangkuan Bapa alias Samudera alias Air?
Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu. Wahyu 22:1
Sorga adalah batas Air. Sorga membatasi Air yang di atas dan yang di bawah. Air yang ada di Sorga mengalir keluar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba.
2.    Anda mengajarkan bahwa Air adalah Bapa. Allah memisahkan Air di atas dan Air di bawah dengan Sorga. Ketika Allah menghendaki Air di bawah berkumpul pada suatu tempat, maka Air menanggapi-Nya sehingga nampaklah bagian kering yang lalu dinamakan darat atau bumi. Ketika Allah menghendaki berbagai tumbuhan, maka bumi menanggapi-Nya dengan menumbuhkan berbagai tumbuhan. Apabila yang anda ajarkan benar, bukankah itu berarti laut dan bumi adalah Bapa? Bukankah itu berarti air dan bumi hidup? Bukankah itu berarti penyembahan alam adalah bentuk penyembahan kepada Bapa?
Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Yohanes 4:21
Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Yohanes 4:23
Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”Yohanes 4:24
Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu. Wahyu 21:22
Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu. Wahyu 22:1
Anda salah. Bukan saya namun Alkitablah yang mengajarkan bahwa Air adalah Bapa. Saya hanya menunjukkan apa yang tercatat di dalam Alkitab. Pada hari ketiga, Air dan Bumi memang merespon kehendak Allah. Namun pada hari ke lima dan keenam, air dan bumi tidak merespon kehendak Allah sama sekali. Setelah hari kelima, kehidupan mengalir dari Allah.
Menyembah alam bukan menyembah Allah apalagi menyembah Bapa karena Bapa menghendaki agar kita menyembah-Nya dalam Roh dan Kebenaran. Roh adalah Allah dan kebenaran adalah Tuhan Yesus. Menyembah Bapa dalam Roh dan Kebenaran berarti menyembah Allah dan Tuhan Yesus. Tentang alam, yang Bapa kehendaki dari kita adalah mengusahakannya, bukan menyembahnya.
Setiap manusia ternyata bodoh, tidak berpengetahuan, dan setiap pandai emas menjadi malu karena patung buatannya. Sebab patung tuangannya itu adalah tipu, tidak ada nyawa di dalamnya, semuanya adalah kesia-siaan, pekerjaan yang menjadi buah ejekan, dan yang akan binasa pada waktu dihukum. Yeremia 10:14-15
Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang. Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun, tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baik pun tidak dapat.” Yeremia 10:3-5
Apakah gunanya patung pahatan, yang dipahat oleh pembuatnya? Apakah gunanya patung tuangan, pengajar dusta itu? Karena pembuatnya percaya akan buatannya, padahal berhala-berhala bisu belaka yang dibuatnya. Celakalah orang yang berkata kepada sepotong kayu: “Terjagalah!” dan kepada sebuah batu bisu: “Bangunlah!” Masakan dia itu mengajar? Memang ia bersalutkan emas dan perak, tetapi roh tidak ada sama sekali di dalamnya. Habakuk 2:18-19
Ayat-ayat tersebut di atas memberi jaminan kepada kita bahwa Bapa tidak tinggal di dalam alam dan benda-benda yang berasal dari alam. Penyembahan benda-benda dan alam adalah penyembahan berhala.
3.    Apakah bintang-bintang di dalam Kejadian 1:16 adalah malaikat-malaikat?
Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat.” Wahyu 1:20
“Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu. Wahyu 2:1
Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! Wahyu 3:1
pada waktu bintang-bintang fajar bersorak-sorak bersama-sama, dan semua anak Allah bersorak-sorai? Ayub 38:7
Untuk sementara kita dapat menarik kesimpulan bahwa bintang-bintang di dalam Kejadian 1:16 adalah malaikat. Bila saatnya tiba kita akan mempelajari apa yang diajarkan oleh Alkitab tentang malaikat.
4.    Anda mengajarkan bahwa selain yang di atas bumi Allah juga menciptakan burung-burung bersayap yang terbang di angkasa Sorga. Apa yang anda maksudkan dengan burung-burung sorga itu?
Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. Yesaya 6:1
Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang. Yesaya 6:2
Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” Yesaya 6:3
Pada kerub-kerub itu tampak yang menyerupai tangan manusia di bawah sayap mereka. Yehezkiel 10:8
Aku melihat, sungguh, di samping kerub-kerub itu terdapat empat roda, satu roda di samping seorang kerub, dan roda-roda ini kelihatannya seperti kilauan permata pirus. Yehezkiel 10:9
Kelihatannya keempatnya adalah serupa, seolah-olah roda yang satu di tengah-tengah yang lain. Yehezkiel 10:10
Kalau mereka berjalan mereka dapat menuju keempat jurusan tanpa berbalik kalau berjalan; karena tempat mana yang dituju oleh yang di muka, ke situlah pergi yang lain-lain, tanpa berbalik kalau berjalan. Yehezkiel 10:11
Seluruh badan mereka, punggungnya, tangannya, sayapnya, dan roda-rodanya penuh dengan mata sekelilingnya, ya, roda-roda mereka berempat juga. Yehezkiel 10:12
Aku dengar bahwa roda-rodanya disebut “puting beliung”. Yehezkiel 10:13
Masing-masing mempunyai empat muka: muka yang pertama ialah muka kerub, yang kedua ialah muka manusia, yang ketiga ialah muka singa dan yang keempat ialah muka rajawali. Yehezkiel 10:14
Kerub-kerub itu naik ke atas. Itulah makhluk-makhluk hidup yang dahulu kulihat di tepi sungai Kebar. Yehezkiel 10:15
Kalau kerub-kerub itu berjalan, roda-roda itu juga berjalan di samping mereka; kalau kerub-kerub itu mengangkat sayapnya untuk terbang dari tanah, roda-roda itu tidak bergerak dari samping mereka. Yehezkiel 10:16
Kalau kerub-kerub itu berhenti, roda-roda itu berhenti, kalau kerub-kerub itu naik ke atas, roda-roda itu sama-sama naik dengan mereka; sebab roh makhluk-makhluk hidup itu ialah di dalam roda-roda itu. Yehezkiel 10:17
Sekali lagi, bukan saya namun Alkitab yang mengajarkan hal itu. Serafim dan Kerub adalah dua jenis makluk di Sorga yang memiliki sayap. Kita dapat menyebut keduanya burung Sorga yang diciptakan pada hari kelima.
5.    Apabila Terang di Kejadian 1:3 dan Kejadian 1:14-18 adalah Allah seperti yang tercatat di dalam Yohanes 1:1-34. Bukankah itu berarti gelap dan terang yang kita lihat di dalam kehidupan sehari-hari adalah Allah, karena Alkitab sama sekali tidak mencatat kisah penciptaan gelap dan terang?
yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini. Yesaya 45:7
Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya. Wahyu 21:23
Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya. Wahyu 22:5
Alkitab memang tidak mencatat kisah penciptaan gelap dan terang dengan gamblang, namun Yesaya 45:7 menyatakan bahwa TUHAN yang menciptakan gelap dan menjadikan terang. Di samping itu, Wahyu 21:23 dan Wahyu 22:5 adalah catatan tentang Sorga. Kedua ayat tersebut dengan gamblang mengajarkan tentang keberadaan terang yang berasal dari matahari, bulan dan lampu. Terang yang berasal dari ketiga benda penerang tersebut adalah terang yang diciptakan Allah menurut Yesaya 45:7.
6.    Bukankah anda mengajarkan bahwa Yesus adalah Gelap? Karena Yesus adalah Gelap, kenapa di dalam Wahyu 21:23 diajarkan bahwa Anak Domba alias Yesus adalah lampunya?
Bukan saya, namun Alkitab yang mengajarkan bahwa Yesus adalah Gelap. Anda harus paham bahwa Gelap dan Terang adalah nama yang diberikan kepada Pencipta agar manusia dapat mengenal dan membedakan-Nya. Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan Yang Mahagelap, artinya Tuhan yang mustahil dikenal oleh manusia. Agar dapat dikenali maka Tuhan lalu menciptakan Tuhan Yang Mahaterang.
Tuhan Yang Mahaterang adalah Tuhan Yang Mahagelap yang menjadikan diri-Nya dapat dikenali oleh manusia. Ada dua Tuhan yang dapat dikenali oleh manusia. Yang satu dinamai Gelap karena Dia merelakan diri-Nya untuk hidup dalam kegelapan manusia. Yang lain dinamai Terang karena Dia merelakan diri-Nya untuk hidup menerangi manusia dan Gelap yang hidup dalam kegelapan manusia.
Kedua Tuhan itu, Gelap dan Terang bersama-sama menerangi manusia agar mampu mengenal Tuhan Tritunggal yang kita sembah. Itu sebabnya di dalam Kejadian 1:14-18 diajarkan bahwa Gelap maupun Terang adalah Terang yang akan menerangi dunia.
7.    Air adalah Bapa. Bahkan pada zaman langit dan bumi baru serta Yerusalem baru pun manusia tidak melihat-Nya karena dibatasi oleh Sorga. Adakah ayat-ayat Alkitab yang dapat meyakinkan saya bahwa Air alias Bapa itu memang ada?
Apabila anda mempelajari Kejadian 1:1-31 dengan teliti maka anda akan mendapati bahwa setelah penciptaan, Allah menghakimi yang diciptakan oleh Allah itu baik. Namun setelah manusia diciptakan, Allah sama sekali tidak menghakimi yang diciptakan oleh Allah itu baik. Apakah manusia yang diciptakan oleh Allah itu tidak baik sehingga Allah tidak memujinya baik? Apabila Allah memang tidak puas dengan manusia yang diciptakan oleh Allah, mustahil Kejadian 1:31 mencatat bahwa, Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.
Allah menghakimi yang diciptakan oleh Allah. Dari Yohanes 1:1-34 kita mengetahui bahwa yang melakukan penciptaan adalah Gelap dan Terang alias firman (Logos). Itu berarti Air alias Bapa sama sekali tidak mencipta karena Dia hanya menyatakan kehendak-Nya. Itu berarti Bapa alias Airlah yang menghakimi apa yang telah diciptakan oleh Allah alias Firman alias Gelap dan Terang.
Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. Yohanes 5:30
Ketika di dunia, Yesus Kristus menyakan bahwa Dia tidak melakukan kehendak-Nya sendiri namun kehendak Bapa. Lebih lanjut dia menyatakan bahwa Dia tidak menghakimi menurut kehendak-Nya sendiri namun kehendak Bapa yang mengutus-Nya. Itu berarti, Bapa alias Air adalah HAKIM AGUNG di Sorga dan di Dunia.
Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, 2 Petrus 3:5
dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah. 2 Petrus 3:6
Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik. 2 Petrus 3:7
Handai taulan sekalian, ketika anda mengucapkan kata langit, apa yang anda maksudkan? Bukankah yang anda maksudkan adalah kubah yang nampak ketika anda menengadah ke angkasa? Apakah kubah itu ada? Ilmu pengetahuan hingga saat ini belum mengajarkan bahwa kubah yang kita lihat itu sesungguhnya tidak ada! Setelah mempelajari Kejadian 1:1-31 kita tahu bahwa apa yang diterjemahkan sebagai langit oleh Alkitab terjemahan LAI adalah Sorga.
Sorga sudah ada sejak dahulu demikian juga dunia. Sejak dahulu artinya sejak sebelum Tuhan melakukan penciptaan. Bumi berasal dari Air dan oleh Air artinya bumi diciptakan oleh Air dari Air. Kejadian 1:6-13 mencatat kisah Air menciptakan Sorga dan Dunia. Setelah hari keempat, Kedua Penerang itulah yang melanjutkan penciptaan Sorga dan Dunia.
Siapakah yang memusnahkan dunia dengan air bah? Firman (Logos) atau Allah (Theos)? Bukan kedua-Nya namun Air alias Bapa. Air bukan air yang kita lihat sehari-hari karena Air adalah Bapa, Dia adalah HAKIM AGUNG. Dia menghakimi dan menghukum. Tidakkah itu cukup untuk mengajarkan kepada kita bahwa Air adalah Tuhan dan Dia adalah Bapa?
8.    Anda mengajarkan bahwa Allah sama sekali tidak memuji ketika Allah selesai menciptakan manusia. Apakah manusia yang diciptakan oleh Allah itu tidak baik sehingga Allah tidak memujinya baik?
Yang dikehendaki oleh Allah adalah menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Mereka sementara yang diciptakan oleh Allah adalah manusia menurut gambar-Nya. Itu berarti ketika diciptakan manusia belum sempurna karena baru menurut gambar-Nya belum menurut gambar dan rupa Mereka. Allah tidak memuji bukan karena tidak baik, namun karena proses penciptaan manusia belum selesai.
Ada tiga proses penciptaan yang harus dilalui oleh manusia sehingga menjadi gambar dan rupa Mereka (Tritunggal). Proses penciptaan pertama adalah diciptakan menurut gambar Anak Manusia (Yesus). Penciptaan kedua adalah diciptakan menurut gambar Anak Allah (Yesus Kristus). Penciptaan ketiga adalah diciptakan menurut gambar Tuhan Allah.
9.    Apa perbedaan Terang dan Gelap di dalam Kejadian 1:5 dan Kejadian 1:14-19?
Di dalam Kejadian 1:3-5, yang diciptakan oleh Allah adalah Terang, kata Terang diterjemahkan dari kata Ibrani owr (Ore), kata benda artinya terang. Gelap dalam ayat-ayat tersebut diterjemahkan dari kata Ibrani  choshek (kho-shek’), kata benda, artinya gelap.
Di dalam Kejadian 1:14 yang diciptakan oleh Allah adalah Penerang, kata itu diterjemahkan dari kata Ibrani  ma’owr (maw-ore), kata benda, artinya Penerang. Penerang di dalam Kejadian 1:14 bukan Terang, sebab Penerang Besar berkuasa atas Terang alias Siang sementara Penerang Kecil berkuasa atas Gelap alias Malam.
Kedua Penerang di dalam Kejadian 1:14 mustahil matahari dan bulan. Kenapa demikian? Karena siang dan malam yang kita alam saat ini bukan sesuatu namun suatu kondisi. Siang adalah kondisi di mana bumi mendapat sinar matahari sementara malam adalah kondisi di mana bumi tidak menerima sinar matahari. Apabila hendak memahami kedua Penerang itu adalah matahari dan bulan maka siang dan malam haruslah sesuatu, bukan kondisi. Di samping itu, kita tahu bahwa bulan tidak selamanya muncul di malam hari. Apabila kedua Penerang itu adalah matahari dan bulan, itu berarti setiap malam harus ada bulan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar